Tentang Kami

Mengenal Tentang sejarah Nagari Malalak Utara

Pada awalnya Nagari Malalak Utara merupakan satu kesatuan dengan nagari yang lainnya yang ada di Kecamatan Malalak yaitu Nagari Malalak. Pada tahun 2007 terjadi pemekaran kecamatan yang dulunya Nagari Malalak adalah termasuk kedalam kecamatan IV Koto. Sesuai dengan peraturan Bupati Agam No.03 Tahun 2005 tentang pemekaran kecamatan, maka Nagari Malalak dibagi menjadi empat Nagari yaitu Malalak Utara, Malalak Selatan, Malalak Timur, dan Malalak Barat.

Nagari Malalak Utara terdiri dari 4 (empat) jorong yaitu : Jorong Campago, Jorong Sigiran, Jorong Salimpaung,dan Jorong Koto Andaleh. Sebelumnya jumlah jorong di Nagari Malalak Utara berjumlah 3 (tiga) jorong yaitu Jorong Campago,Jorong Sigiran,dan Jorong Salimpaung,sesuai dengan Peraturan Nagari  Malalak Utara Nomor 4 Tahun 2019 Tanggal 4 April 2019 tentang Perubahan Atas Pemekaran Jorong Sigiran maka jumlah jorong di Malalak Utara bertambah 1 (satu) jorong yaitu Jorong Koto Andaleh. Nama Nagari berasal dari letak geografis Kecamatan Malalak yang mana Nagari Malalak Utara terletak sebelah Utara, Begitu juga dengan nama Nagari yang lain.

Pembentukan pemekaran Nagari Malalak terjadi pada tanggal 21 Februari tahun 2005, dan pemekaran Nagari Malalak Utara dengan nagari yang lain yang ada di Kecamatan Malalak di kukuhkan oleh Bupati Agam Bapak Aristo Munandar pada hari kamis Tanggal 25 Februari 2005.

Wali Nagari Malalak Utara Periode

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Visi

Terwujudnya nagari malalak utara yang agamais, beradat, mandiri dan sejahtera dalam ridha Allah Subhanahuwata’ala

  1. Mewujudkan pemerintahan nagari yang berintegritas, profesional, inovatif, mandiri, keteladanan, dan transparan.
  2. Mewujudkan lima gerakan nagari,yang terdiri dari :
    1. Gerakan nagari melayani
    2. Gerakan nagari bersih
    3. Gerakan nagari tertib
    4. Gerakan nagari mandiri
    5. Gerakan nagari bersatu
  3. Mewujudkan pondok tahfiz Al-Qur’an
  4. Mewujudkan pondok tahfiz Al-Qur’an
  5. Peningkatan pembinaan TPQ dan MDTA
  6. Menghidupkan magrib mengaji dan subuh berjamaah
  7. Meningkatkan pemberdayaan kelompok majlis taklim nagari.
  8. Mewujudkan sistem perekonomian berbasis ekonomi kerakyatan serta peningkatan budi daya pertanian yang mengarah kepada industri dalam memperkuat lembaga ekonomi nagari berupa badan usaha milik nagari (BUMNAG).
  9. Peningkatan infrastruktur sarana dan prasarana fasilitas umum nagari.
  10. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam bentuk pemahaman norma agama dan adat istiadatPeningkatan kualitas kesehatan   masyarakat dengan penataan lingkungan yang bersih dan sehat.
  11. Peningkatan peran masyarakat dan generasi muda seta perantau dalam pembagunan untuk kemajuan nagari.
Scroll to Top